HOME // Hukum // Peristiwa

DD Pembangunan Gedung PAUD Sumengko, Ada Dugaan Dimark’up

 Pada: Minggu, 11 Maret 2018

NGAWI. kompaspublik.com- Pelaksanaan pembangunan gedung Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)  di Desa, Sumengko Kecamatan, Kwadungan Kabupaten, Ngawi yang di biayai dari Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2017, disinyalir telah terjadi Mar-up didalam pengadaan barang, bahkan SPJ tahap II pada pekerjaan proyek tersebut, ada indikasi melampui batas waktu yang ditetapkan Pemerintah. Hal ini adanya keterangan Ahmad Riyanto (anggota TPK) dan Iwan (Sekdes) setempat, dan Sekertaris Desa pekerjaan bangunan gedung PAUD sesuai data monitoring Inspektorat Kabupaten Ngawi, pada tanggal 9 Februari 2018, baru di kerjakan pondasi bawah dan urukan tanah, untuk bangunan atasnya (dinding, lantai dan atap. Red) belum dikerjakan.

Sedangkan dari pantauan awak media dilapangan, bahwa alokasi biaya DD tahun anggaran 2017 untuk pembangunan gedung PAUD di Desa Sumengko,  kurang lebih Rp. 95.040.000. Dan kondisi pekerjaan gedung PAUD tersebut, disinyalir jauh dari plakat kegiatan Desa atas pembangunan gedung PAUD itu. Hal ini ditemukannya material pembangunan stok barang lama bukan barang baru. Contohnya bahan kayu dan genting.
“Pembangunan gedung PAUD yang baru ini, ada dugaan banyak mengunakan material rosokan pak,” Kata salah satu warga dusun (Nara Sumber. Red) dilokasi kegiatan yang enggan namanya dicatut didalam berita ini. 
Sambung Nara Sumber meminta, “Tolong Pak, nama saya jangan ditulis keberita, nanti dikira saya sentimen dengan Kades setempat,” Pintanya. 
Terpisah, Wahyu Sri Kuncara (Camat Kwadungan) saat ditemui awak media diruangannya, Kamis (8/03/18) mengatakan, “Memang benar kemarin Inspektorat sempat melakukan monitoring ke Desa-desa, dan ada Desa yang di indikasikan perlu pembenahan dan teguran untuk menyelesaikan kegiatanya dengan batas waktu yang sudah di sampaikan langsung oleh Ispektorat pada Kades yang belum menyelesaikan pekerjaannya,” Katanya. 
“Untuk tahun 2018 ini, saya selaku camat akan lebih intens memantau dan mendampingi salah satu Desa di Kecamatan Kwadungan, karena jangan sampai hal seperti ini terulang lagi, soal saya dicap Kades kedua, ya terserah. Karena kalau hal itu tidak saya lakukan, maka pihak Kecamatan juga yang akan repot,” Tegas Wahyu S.K
Hingga berita ini ditayangkan, Saifudin selaku Kades Sumengko belum bisa ditemui untuk memberikan keterangan, bahkan saat dihubungi melalui telpon selulernya dan Whatsappnya enggan memberikan jawaban.(twi).
Sumber: beritaoposisi.co.id
Baca Juga :  Polrestabes Surabaya Berhasil Ungkap 41 Kasus dan 49 Tersangka

Sudah dibaca : 121 Kali
 


Berkomentarlah yang bijak. Apa yang anda sampaikan di kolom komentar adalah tanggungjawab anda sendiri.