Lebih mudah baca di aplikasi. Unduh dan instal : 

HOME // Peristiwa

Karangan Bunga ‘Bela Risma’ dari Banjiri Balai Kota

 Pada: Kamis, 3 Desember 2020

karangan bunga bela risma di balai kotaKarangan Bunga “Bela Risma” Padati Balai Kota

Surabaya, Kompaspublik.com-Dinamika politik Surabaya sempat memanas dengan beredarnya video ‘Hancurkan Risma’ yang dilakukan oleh sekelompok orang yang mengatasnamakan Banteng Ketaton.

Sesuai informasi dari dalam, Banteng Ketaton adalah barisan kader PDI Perjuangan Surabaya yang merasa kecewa karena tidak direkomnya Whisnu Sakti Buana sebagai Calon Walikota Surabaya.

Gara-gara video viral nyanyian “Hancurkan Risma Sekarang Juga” Balaikota Surabaya Surabaya dipenuhi karangan. Karangan bunga ini sebagai bentuk simpati dan dukungan terhadap Walikota Surabaya, Tri Rismaharini.

Seperti yang diketahui, sebelumnya viral video berisi nyanyian plesetan refrain lagu “Menanam Jagung” ciptaan Ibu Sud. Refrain tersebut diubah dengan lirik nada provokatif.

“Hancur, hancur, hancurkan Risma, hancurkan Risma sekarang juga. Hancur, hancur, hancurkan Risma, hancurkan Risma sekarang juga,” teriak mereka.

Diketahui, bahwa Banteng ketaton dibentuk oleh beberapa mantan pengurus PAC bersama Mat Mochtar (MM) dan Jagad Hariseno (Kakak Kandung Whisnu Sakti Wakil Wali kota Surabaya) kader PDI-P yang merupakan mantan orang dekat bu Risma, beberapa saat setelah turunnya rekom DPP PDI-P pada September lalu.

Video berdurasi 19 detik ini membuahkan aksi ‘Bela Bu Risma’ setelah santer tersebar di medsos dan WAG.

Sementara beberapa hari ini, aksi ‘Bela Bu Risma’ juga disikapi masyarakat pendukung Risma dengan mengirimkan karangan bunga ucapan simpati yang banyak dipajang di depan Balai kota Surabaya.

Menariknya, dari puluhan karangan bunga tersebut, beberapa diantaranya dikirim oleh relawan Machfud Arifin-Mujiaman (MAJU), diantaranya dari Koalisi Masyarakat Surabaya Utara dukung MA-Mujiaman dan Duta Surabaya Maju.(lis)

Baca Juga :  Sekber Pers Indonesia Tanparan Buat DP

Sudah dibaca : 31 Kali
 


Berkomentarlah yang bijak. Apa yang anda sampaikan di kolom komentar adalah tanggungjawab anda sendiri.