HOME // Pariwara // Pemerintahan // Politik

Hari May Day 2018, Aksi Demo Buruh Penolakan Terhadap TKA

 Pada: Rabu, 2 Mei 2018
Media Online Kompas Publik- Aksi Demonstrasi buruh di hari May Day 2018, menjadi “Rutinitas tahunan” yang menunjukkan eksistensi serikat buruh dan perjuangannya dalam ‘menyentuh’ pikiran Pemerintah. Dari tahun-ketahun jutaan buruh ini menyuarakan tuntutan mereka dalam jargo “Naikkan Upah Buruh!”. Karena kenaikan upah buruh dinilai sebagai salah satu cara untuk meningkatkan kesejahteraan mereka (buruh) dalam sektor pendapatan. 
Para buruh juga menuntut pencabutan Perpres Nomor 20 Tahun 2018 yang mengatur mengenai Tenaga Kerja Asing (TKA). Karena dinilai tidak berpihak kepada para pekerja lokal, Pemerintah saat ini cenderung berpihak kepada tenaga kerja asing dengan alasan tidak mampunya sumber daya manusia masyarakat Indonesia dalam bekerja di sektor-sektor industri. Padahal pada umumnya tenaga kerja asing yang digunakan oleh pemerintah merupakan buruh kasar, yang bahkan pekerja lokal pun mampu untuk melakukan pekerjaan tersebut.
Mereka juga ingin mendeklarasikan Presiden 2019 yang pro akan kebijakan buruh. Nama calon yang paling kuat dan sering di sebut-sebut adalah Prabowo Subianto, Mereka menilai Prabowo adalah sosok yang pas untuk indonesia Kedepannya.
May Day bukan sebagai “Rutinitas tahunan”  tetapi sebagai peringatan bagi pemerintah untuk lebih mensejahterakan buruh di masa yang akan datang. (Red).
Penulis : 
Siti Zahra Salim, Pelajar SMK Negeri 3 Cilegon.
Baca Juga :  Migor Curah untuk Pedagang dan IKM, Ditinjau Bupati Mojokerto

Sudah dibaca : 128 Kali
 


Berkomentarlah yang bijak. Apa yang anda sampaikan di kolom komentar adalah tanggungjawab anda sendiri.