Lebih mudah baca di aplikasi. Unduh dan instal : 

HOME // Ekonomi // Kejadian // Peristiwa

SPM/SKTM Diduga Tidak Berlaku Di Puskesmas Gondang

 Pada: Kamis, 24 Mei 2018

Nganjuk. kompaspublik.com- Akabat adanya indikasi tidak berlakunya Surat Pernyataan Miskin atau Surat Keterangan Tidak Mampu (SPM/SKTM) di Puskesmas yang berada di Kecamatan Gondang Kabupaten, maka membuat pasien yang menggunakan SPM/SKTM untuk berobat ditolak oleh pihak Puskemas setempat. Sehingga menimbulkan kekecewaan salah satu warga dari Desa Senggowar yang kebetulan sakit dan ingin berobat ke Puskesmas tersebut agar mendapatkan pengobatan gratis.


Tapi sayang seribu sayang, keinginan warga dari Desa Senggowar yang bernama Yahya Rokayah diduga ditolak oleh pihak Puskesmas setempat dengan dalih, “bahwa untuk pasien pengguna SPM/SKTM, klaim dananya sulit di cairkan.”  Karena pansien terpaksa, akhirnya ia (pasien) yang divonis sakit typus ini tetap berobat di Puskesmas sebagai pasien umum. Jum’at (13/05/2018).

Sementara dari keterangan Perangkat Desa yang pada waktu bertemu awak media menjelaskan, ” Saya merasa heran, kenapa Surat keterangan dari Dinas kok nggak berlaku ya ?. Padahal itu ditanda tangani diatas matrei,” Jelasnya. 

Sedangkan dari pantauan awak media dilapangan, bahwa kondisi ekonomi keluarganya warga tersebut, memang terlihat kurang mampu. Bahkan pada saat mau berobat, warga itu mencari pinjaman ke Perangkat Desa tersebut.

Terpisah, ketika awak media ketika mendatangi pihak Puskesmas untuk konfirmasi, tepatnya pada hari Rabu (23/05/2018), langsung ditemui oleh Dr. Cipto (Nama panggilan) selaku Kepala Puskesmas Gondang. . 
“Penolakan pasien yang menggunakan DPM/SKTM itu, memang terkendala dari ribetnya proses pertanggung jawaban dan klaim pencairan anggaran. Sedang volume pasien yang menggunakan SPM, setiap tahunya kurang dari 10 orang. Sehingga dana yang dicairkan terlalu minim tidak sesuai dengan sulitnya proses pada waktu mengklaimkan dananya. Terkecuali pasien yang dalam kategori kuning dan merah, akan tetap di tangani. Tetapi setelah itu, pasien akan tetap dirujuk ke Rumah Sakit,” Ulas Dr. Cipto.

Sambung Dr. Cipto menjelaskan, Keluhan masalah tersebut, sudah di sampaikan kepada pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Pemerintah Desa yang ada diwilayah Kecamatan Gondang.
“Hal ini sudah saya keluhkan kepihak Dinkes dan semua Kades yang ada di wilayah ini. Tapi kalau ada persepsi negatif seperti itu, mungkin kurangnya sosialisasi mas,” Jelasnya.

Untuk itu, Dr. Cipto menambahkan, “Kami mengharapkan, agar pihak Kades dan Bidan Desa mau membantu mensosialisasikan dan menghimbau kepada warga yang kurang mampu, terutama yang menggunakan SKTM, untuk rujuk ke Rumah sakit terdekat,” Tambahnya. (Brata).



Sumber : republiknews.id
Baca Juga :  Kegiatan Gebyar Tanam Padi 500 Hektar, Upaya Tingkangkatkan Kesejahteraan Petani

Sudah dibaca : 43 Kali
 


Berkomentarlah yang bijak. Apa yang anda sampaikan di kolom komentar adalah tanggungjawab anda sendiri.