HOME // Hukum // Peristiwa

Kapolda Jatim Rilis Ungkap Sabu 32,3 Kg Asal Aceh-Malaysia

 Pada: Selasa, 18 Februari 2020
Kapolda Jatim, Irjen Luki Hermaean bersama Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Sandi Nugroho saat Jumpa Pers

Surabaya, Media Online kompaspublik.com-Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan hadir  memimpin rilis kasus pagi ini di Mapolrestabes Surabaya, mengatakan Jawa Timur menjadi wilayah distribusi utama jaringan Internasional Narkoba. Sejak penghujung 2019, Polda Jatim dan Polres Jajaran gencar untuk mencegah jaringan tersebut masuk Jawa Timur khususnya wilayah tertentu menjadi target utama, Selasa (18/2). Total sebanyak 32,3 kilogram (kg) sabu berhasil diamankan dan diketahui merupakan jaringan Malaysia dan Aceh.

 
“Dua minggu lalu sudah diungkap Polda Jatim dan dikembangkan. Kapolrestabes pimpin ungkap jaringan internasional asal Malaysia melalui Aceh ke Jatim ini. Hasilnya ditemukan sabu 32,3 kg,” kata Irjen Luki.
 
Dari pengungkapan itu, telah diamankan tiga orang tersangka. Dua tersangka dilakukan tindakan tegas terukur karena melakukan upaya perlawanan pada petugas saat hendak diamankan. Satu tersangka lain inisial F masih dalam proses pemeriksaan guna dilakukan pengembangan kasus.
 
Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Sandi Nugroho, mengatakan, hasil ungkap sabu itu memang hasil pengembangan ungkap yang dilakukan Direktorat Reserse Narkoba Polda Jatim. Selain narkoba jenis sabu, diamankan pula 14.263 butir ekstasi dan 3,8 juta pil koplo.
 
“Ini pengambangan kasus yang diungkap Polda. Jaringan Aceh dan Malaysia yang dikirim kurir perempuan dengan menyimpan sabu di kemaluan. Ada juga jaringan Pamekasan Madura dan Bangkalan Madura. Ini hasil kerjasama dengan masyarakat sehingga bisa kami ungkap,” jelas Kombes Sandi.
 
Kapolda mengatakan, di penghujung 2019 sudah gencar masuk jaringan narkoba ke wilayah Jatim. “Narkoba ini yang jadi perhatian Bu Gub (Khofifah Indar Parawansa) dan tokoh agama untuk kami lakukan tindakan khusus,” jelasnya.
 
Ke depan, lanjut dia, pihaknya dengan jajaran bersama-sama dengan aparat lain melakukan kegiatan preventif dan represif guna menekan peredaran gelap narkoba. “Memang distribusi utama dalam beberapa jaringan ini targetnya masuk ke Jatim. Satgas Narkoba Polda dan Polres tentunya akan terus perangi narkoba,” pungkasnya.(an/s)
Baca Juga :  Uang Rakyat Yang Digunakan DP Wajib Diaudit

Sudah dibaca : 114 Kali
 


Berkomentarlah yang bijak. Apa yang anda sampaikan di kolom komentar adalah tanggungjawab anda sendiri.