HOME // Kejadian // Pendidikan

Gara-gara Tidak Mau Jawab Penyesalan, Audensi LSM Dengan Disdik Sempat Memanas

 Pada: Sabtu, 6 Januari 2018
MOJOKERTO. kompaspublik.com- Sejak adanya lima (5) Wali Siswi mengadu ke- DPRD Kabupaten Mojokerto atas pemecatan anaknya dari sekolahnya oleh pihak SMPN 1 Gondang, membuat  puluhan Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) geram dan turun gunung, sehingga salah satu dari puluhan ketua LSM yang menghadiri Forum Komunikasi Antara LSM dan Bupati menyampaikan dan melaporkan kepada Bupati Mojokerto, Bahwa di- SMPN 1 Gondang ada pemecatan 5 Siswi oleh pihak sekolah setempat, sehingga persoalan ini harus segera diselasikan dengan bijaksana oleh Bupati Mojokerto.

Karena mendengar adanya laporan yang disampaikan oleh salah satu ketua LSM terkait pemecatan 5 Siswi di-SMPN 1 Gondang oleh pihak sekolah itu, maka Bupati Mojokerto akan secepatnya meluruskan persoalan tersebut dengan pihak-pihak yang terkait. Sehingga persoalannya biar secepatnya diselasaikan oleh Dinas Pendidikan setempat, sebab persoalan ini menyangkut masa depan anak bangsa.

Sedangkan pada saat puluhan Ketua LSM audensi dengan pihak-pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto (04/01/2018), suasananya sempat memanas akibat Kepala SMPN 1 Gondang tidak mau menjawab pertanyaannya salah satu dari puluhan ketua LSM tentang ada apa tidak, penyesalan didalam hati kepala SMPN 1 Gondang setelah melakukan pemecatan 5 siswinya itu.“Tolong pertanyaan saya ini dijawab dengan benar, dihati anda selaku kepala SMPN 1 Gondang, ada apa tidak penyesalan terhadap tindakan anda setelah melakukan pemecatan 5 siswi itu ??. kalau anda gak mau jawab, anda tak lempar botol minuman saya ini, anda itu gak layak jadi kepala sekolah, sebab ada dugaan kalau anda bisa jadi kepala sekolah bukan karena apa-apa, tapi diduga karena anda melakukan pembelian jabatan kepala sekolah, bahkan anda setelah jadi kepala SMPN 1 Gondang, disinyalir anda jarang absen, dan sepertinya anda cuma 1 minggu absen 2 kali, kepala sekolah model apa anda itu ???.” Tanyanya Sugiantoro jengkel.

Disisi lain, Kartiwi selaku koordinator audensi menambahkan, “bahwa persoalan pemecatan terhadap 5 siswi di SMPN 1 Gondang sudah menjadi polemix publik, bahkan sudah masuk pemberitan dimedia cetak maupun online. Oleh karena itu, kami dari puluhan ketua LSM ini, melalui audensi meminta agar 5 siswi yang dipecat dari sekolahnya diterima kembali menjadi siswi SMPN 1 Gondang, sebab ke-5 siswi itu masih perlu pembinaan dan tak harus ditindak dengan cara dipecat.” Paparnya Kartiwi.

Bahwa puluhan ketua LSM mengadakan audensi dengan pihak Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Mojokerto, untuk mencari solusi terkait persoalan-persoalan diwilayah Disdik setempat. Sehingga temuan data dilapangan, dapat disampaikan dan dilaporkan kepada kepala Disdik agar ditindak lanjuti dan dicarikan solusinya, diantaranya adalah terkait adanya dugaan Pungutan Liar (Pungli) disetiap Lembaga Sekolah baik ditingkatan SD Maupun SMP yang terkesan dibiarkan merajalela oleh instansi terkait.“Hal ini sengaja kami tujukan kepada Disdik setempat, karena ditemui adanya beberapa persoalan diwilayah Disdik terkait Pungli yang dibiarkan merajalela, bahkan setiap pungutan berkedok atas kesepakatan Komite dan baguyuban, tetapi yang terjadi pungutan tersebut memberatkan wali murid/orang tua siswa,” Ungkapnya Kartiwi.

Namun untungnya sekitar kurang lebih 30 menit, suasana audensi mulai adem (dingin.red) kembali, setelah kepala SMPN 1 Gondang mau menjawab pertanyaannya puluhan ketua LSM tersebut,“Ya ?, Saya sangat menyesal atas tindakan Saya yang telah melakukan pemecatan 5 siswi itu. Dan Saya mohon maaf, Saya akan siap mengurus pemindahan data-data peserta ujian nasional di-Jakarta. ” Jawabnya kepala SMPN 1 Gondang. 

Sementara Zainal Abidin selaku Kepala Disdik Kabupaten Mojokerto berjanji akan merespon semua penyampaian dan laporan puluhan ketua LSM, Bahkan semua pungutan liar yang dilakukan pihak lembaga bakal diberi sangsi, tak hanya itu soal 5 siswi SMPN 1 Gondang juga akan diselesaikan agar bisa kembali sekolah di-SMP tersebut.” Janjinya.(Tawi).
Baca Juga :  Ketua DPRD Kota Malang, Dituntut 7 Tahun Penjara

Sudah dibaca : 61 Kali
 


Berkomentarlah yang bijak. Apa yang anda sampaikan di kolom komentar adalah tanggungjawab anda sendiri.