HOME // Daerah // Pemerintahan // Peristiwa

Guberbur Jatim Kunjungi PT. Pakerin

 Pada: Rabu, 19 Juni 2019


Mojokerto, Media Online kompaspublik.com Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, M. Sos, melakukan kunjungan kerja dan peninjauan PT. Pakerin (Pabrik Kertas Indonesia) Kecamatan Pungging, didampingi Wakil Bupati Mojokerto Pungkasiadi, Rabu (19/6) siang. 

Kunker Gubernur Jatim,membahas penggunaan bahan baku kertas yang digunakan PT. Pakerin, berupa kertas bekas atau waste paper import. Bahan import dari luar negeri ini tidak murni unsur kertas, namun bercampur dengan material sampah plastik yang susah terurai. Isu yang disorot saat ini adalah indikasi tercemarnya sungai karena limbah sisa produksi kertas tersebut. Terkait penanganan masalah import bahan baku kertas PT. Pakerin serta peninjauan lokasi limbah, pemberian bantuan paket sembako, bak sampah pilah 1 unit dan Drop Box sampah penampung 4 (empat) Unit, dihadiri – + 250 orang.



Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain, Gubernur Jatim, ibu Hj. Dra. Khofifa Indar Parawansa, M. Sos dan rombongan, Wakil Bupati Mojokerto, H. Pungkasiadi, SH, OPD Terkait Pemkab Mojokerto, Kadis Lingkungan Hidup Kab. Mojokerto, Drs. Zainul Arifin, M.SI, Kadis PU CKTR Kab. Mojokerto, Ir. Didik Pancaning Argo, M.SI, Kominfo Kab. Mojokerto, Plt. Ardi, Kadis Perindag, bapak Bambang Purwanto, SH,.MH, Kadinkes, DR. Didik Chusnul Yakin, S.Sos, M.SI, Jajaran Direksi PT. Pakerin, Kades Bangun, H. Moch. Iksan dan Perangkat Desa, Toga, Tomas dan anggota Karang Taruna Desa Bangun, Warga penerima Sembako dan beberapa tamu Undangan.


Dalam sambutannya, Wakil Bupati Mojokerto Pungkasiadi, penggunaan bahan baku kertas ini telah menjadi pemasukan bagi warga sekitar. ”Medsos saat ini sangat luar biasa, info masalah kertas bekas yang bisa di uangkan saat ini menjadi rumor yang menjadi kesenjangan sosial di masyarakat, semoga Gubernur Jatim bisa memberikan solusi yang terbaik bagi pihak perusahaan, sehingga tidak terjadi kesenjangan bagi Perusahaan dengan adanya pengadaan kertas dengan pengepul lokal”, sekilas sambutan Wakil bupati.

Direktur PT Pakerin bapak Steven,” PT. Pakerin berdiri sejak tahun 1978 dengan tenaga kerja saat ini sebanyak 2300 orang, yang menjadi kebutuhan bahan baku kami adalah bahan baku kertas bakas. Bahan kertas kami dapat dari para pengepul lokal, karena pengadaan bahan baku kertas bekas dari lokal tidak memenuhi kebutuhan dilapangan, maka kami melakukan pengadaan kertas bekas Impor untuk memenuhi kebutuhan kami”, jelas Dirut Pakerin.

Diketahui bahwa produksi kertas ini bahan baku kertas di atur dalam peraturan Menteri Perdagangan yaitu melarang impor kertas yang bercampur dengan plastik, apabila mendatangkan limbah kertas dari luar Negeri agar dipilah pilah plastik dengan kertas dan Limbah B3.


Tujuan dari kunjungan kerja Gubernur Jawa Timur ke PT. Pekerin ini untuk memberikan landasan operasional bagi implementasi 3R (reduce, reuse, recycle) dalam pengelolaan sampah menggantikan paradigma lama kumpul-angkut-buang.   Memberikan landasan hukum yang kuat bagi pelibatan dunia usaha untuk turut bertanggungjawab dalam pengelolaan sampah sesuai dengan perannya.

 “Kami punya catatan industri-industri di Jawa Timur yang mengimport bahan baku dari luar. Jika terdeteksi plastik, bisa dikembalikan dan segera tindaklanjuti. Karena kita juga sadar, jika industri kertas menggunakan bahan pulp, eksistensi hutan juga terancam,” kata dia.

Khofifah mempersilakan import pada industri kertas. Namun dengan catatan tidak ada ikutan plastik, maupun B3, serta pastikan betul darimana. Dirinya juga menyebut bahwa bahan baku waste paper yang mengandung plastik, boleh dikembalikan ke negara asal. Hal ini sesuai dengan hasil Konvensi Basel.

Selain PT. Pakerin, beberapa industri kertas di Kabupaten Mojokerto yang menggunakan waste paper impor antara lain PT. Mega Surya Eratama, PT. Sun Paper Source, dan PT. Mekabox International.

Setelah Gubernur Jatim dan rombongan meninjau lokasi gudang penimbunan bahan baku kertas bekas impor didampingi oleh pihak perusahaan dan melihat pemilahan bahan baku kertas bekas. Gubernur Jatim beserta rombongan meninjau lokasi pemanfaatan bekas limbah di Desa Bangun dan bertatap muka dengan masyarakat dilanjutkan pemberian bantuan paket sembako kepada 200 orang pemulung, bak sampah pilah 1 unit dan Drop Box sampah penampung 4 (empat) unit. (tw/tim)

Baca Juga :  Dinkes Mojokerto Tarik Ribuan Alat Rapit Tes Nyaris Kadaluarsa


Jawa Timur Kembalikan Sampah Plastik ke Australia


Pemprov Jawa Timur mulai melakukan penolakan impor sampah plastik. Melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH), lima dari sebelas peti kemas impor sampah plastik yang masuk ke Jawa Timur, dikembalikan ke negara asalnya.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Bea Cukai, dan Kementerian Perdagangan telah mereekspor lima peti kemas sampah ke Australia bulan ini.

“Semua industri kertas di JawaTimur melakukan impor. Semuanya ada sebelas peti kemas. Kebetulan ada masalah karena ditemukan limbah plastik cukup besar pada proses impor tersebut,” kata Kepala DLH Jawa Timur, Diah Susilowati.

Diah tidak menampik sampah impor yang masuk ke Jawa Timur mengandung sisa plastik dan material lainnya. Sisa kandungan sampah yang tidak terpakai itu dari industri kertas. Sisa bahan baku sampah ini yang lantas mengalir ke beberapa tempat di Jawa Timur.

“Sisa itu dimanfaatkan masyarakat sekitar, dipilah lagi kemudian dijual. Karena memang masih punya nilai ekonomis,” ungkap Diah Susilowati.

Meski memiliki nilai ekonomis, Diah mengakui masalah impor sampah ini menuai polemik. Hanya saja, pihaknya tidak bisa berbuat banyak. Sebab kewenangan perizinan berada di pemerintah pusat.

“Impor urusannya Kementerian Perdagangan. Kami tidak ikut campur karena pengawasannya juga berada di Bea Cukai,” ungkapnya.

Kendati begitu, Diah mengaku pihaknya akan melakukan penanganan terhadap sampah plastik yang tercecer melalui pemilahan sampah plastik, sehingga tidak mencemari lingkungan di Jawa Timur.

“Akan ditata kembali, nantinya dibentuk bank sampah. Terus kami atur penempatannya. Tidak boleh ceroboh, tidak boleh ditempatkan di pinggir sungai, maupun sawah,” tandasnya.

Baca Juga :  Dengan Menggelar Sema'an A-Qur'an, Pemkab Mojokerto Sambut HUT Kabupaten Mojokerto Ke 729

Sebelumnya, Pemprov Jawa Timur menanggapi serius temuan Ecological Observation and Wetlands Conservation (Ecoton) atas adanya impor sampah plastik yang masuk di Jawa Timur.

Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak berkordinasi dengan Bea Cukai. Mantan Bupati Trenggalek itu ingin memastikan jalur dan asal usul masuknya impor sampah plastik yang dimaksud Ecoton.
Itu bukan perkara mudah, karena dipastikan pelaku punya cara cerdas dalam memasukan impor sampah plastik. Namun, setidaknya ada upaya melakukan review masing-masing peti kemas yang segera dijalankan para surveyor. (an)


 


Sudah dibaca : 248 Kali
 


Berkomentarlah yang bijak. Apa yang anda sampaikan di kolom komentar adalah tanggungjawab anda sendiri.