HOME // Pemerintahan

Bupati Ikfina Dukung Perkembangan Bahasa dan Pendidikan Perkoperasian di Kabupaten Mojokerto

 Pada: Kamis, 27 Oktober 2022

Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati membuka secara resmi Peringatan bulan bahasa dan Lapenkop itu ditandai penandatanganan mou dengan beberapa stakeholder

Mojokerto, MediaAllround/kompaspublik.com-Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati membuka secara resmi Peringatan Bulan Bahasa dan Lembaga Pendidikan Perkoperasian (Lapenkop) Tahun 2022. Kegiatan yang diadakan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperka) Kabupaten itu bekerjasama dengan Dekopinda Kabupaten Mojokerto, Pena Maja, Bank Jatim Cabang Mojokerto, Dharma Wanita Persatuan untuk mendukung perkembangan bahasa, sastra dan seni yang ada di Kabupaten Mojokerto serta melaksanakan pendidikan dan pelatihan perkoperasian.

Pembukaan bulan bahasa dan Lapenkop itu ditandai penandatanganan mou dengan beberapa stakeholder, diantaranya yaitu, Disperka dengan Universitas Bina Sehat PPNI tentang sinergitas program peningkatan budaya gemar membaca dan literasi Digital, Disperka dengan Komunitas Prabu Mojo tentang sinergitas program literasi berbasis inklusi sosial, Disperka dengan Bank Jatim Cabang Mojokerto tentang sinergitas program literasi inklusi keuangan berbasis digital serta kearsipan dan layanan perpustakaan.

Kemudian Disperka dengan Komunitas Eco Enzym Mojopahit tentang sinergitas program literasi Eco Enzym, Disperka dengan Rumah BUMN Mojokerto tentang sinergitas program literasi, Disperka dengan Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Mojokerto tentang sinergitas program literasi berbasis inklusi sosial, kearsipan dan layanan perpustakaan,

Disperka dengan MKKS SMK se-Kabupaten Mojokerto tentang sinergi program budaya gemar membaca dan literasi, Dharmawanita Persatuan dengan Komunitas Eco Enzym tentang sinergitas program literasi Eco Enzym, Dharmawanita Persatuan dengan Komunitas Prabu Mojo Kabupaten Mojokerto tentang sinergitas program literasi berbasis inklusi sosial.

Hadir pula Ketua Lapenkop Jawa Timur, Kepala Cabang Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur, PLT Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Mojokerto, Forkopimca Mojoanyar, Kepala desa jabon.

Baca Juga :  Tingkatkan Kapasitas Jitupasna, Bupati Mojokerto Tekankan Peran Penting Pentahelix

Bupati Mojokerto mengucapkan, terimakasih kepada Disperka dan seluruh stakeholder yang terlibat telah untuk melakukan kegiatan positif dalam menunjang pendidikan dan menunjang jalannya ekonomi di Kabupaten Mojokerto.

“Alhamdulillah pada tahun 2022 bersama-sama kita masyarakat Kabupaten Mojokerto melaksanakan bulan bahasa sebagai kegiatan untuk mengembangkan berbagai kegiatan-kegiatan literasi,” ungkapnya di Aula Dekopinda Kabupaten Mojokerto, Desa Jabon, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, (27/10) siang.

Kegiatan literasi ini, lanjut Ikfina, menjadi tugas dan fungsi pemerintah daerah Kabupaten Mojokerto melalui Disperka untuk mengembangkan berbagai kegiatan literasi. Diantaranya yaitu meningkatkan dan mengembangkan kemampuan untuk membaca dan menulis.

Ikfina juga menjelaskan ada 6 literasi dasar menurut Kemendikbud Ristek Republik Indonesia yang bertujuan untuk membudayakan literasi di Indonesia, yaitu literasi baca dan tulis, literasi numerasi, literasi sains, literasi digital, literasi, literasi finansial dan literasi budaya.

“Khusus literasi digital dan literasi finansial sekarang ini sangat penting untuk masyarakat karena kita tanggal situasi dan kondisi perkembangan zaman dimana sekarang ini dunia digital semakin berkembang. Juga literasi finansial, seperti bank jatim ini harus menjadi bagian untuk mendukung penguatan dan pengembangan kemampuan literasi yang tentunya dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Orang nomor satu dilingkup Pemkab Mojokerto itu juga menjelaskan, Lapenkop dalam Dekopinda merupakan lembaga otonom yang diberi tugas dan peran melaksanakan pendidikan dan pelatihan perkoperasian. Lahirnya Lapenkop diawali dari sebuah kesadaran bahwa persoalan pokok yang dihadapi oleh gerakan koperasi di indonesia yaitu persoalan sumber daya manusia (sdm) koperasi. Sehingga kebutuhan pendidikan dan pelatihan perkoperasian yang terstruktur, sistematis dan berkelanjutan adalah salah satu jalan keluar yang paling penting.

“Saya mengucapkan terimakasih kepada lapenkop sebagai bagian dari Dekopinda Kabupaten Mojokerto yang berdedikasi pada fungsi edukasi telah banyak memfasilitasi pemberdayaan koperasi melalui berbagai kegiatan. Semoga kedepannya memberikan banyak manfaat kepada kemajuan kabupaten mojokerto,” pungkasnya. (sulis)

Baca Juga :  Sebagai HUT ke-17, RSUD R.A Basoeni Gelar Seminar Manajemen Perawatan

Sudah dibaca : 45 Kali
 


Berkomentarlah yang bijak. Apa yang anda sampaikan di kolom komentar adalah tanggungjawab anda sendiri.