HOME // Uncategorized

DLH jatim Desak Pabrik Kertas Bantu Salurkan Kayu Bekas ke Pengusaha Tahu

 Pada: Minggu, 1 Desember 2019
Kepala Dinas DLH Jatim, Diah Susilowati saat memberi himbauan kepada pabrik untuk membantu pengusaha tahu

 Sidoarjo, Media Online kompaspublik.com-Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Timur mendesak para pemilik pabrik yang ada di wilayah Jawa Timur untuk memberikan kayu bekasnya kepada industri tahu di Desa Tropodo, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Timur, Diah Susilowati mengatakan, desakan itu sengaja dilakukan agar pemilik industri serta pabrik tahu tidak beralih kepada limbah sampah plastik serta menjadikan proses pembuatan tahun yang ramah lingkungan.

Diah Susilowati memberikan contoh yakni PT PT Suparma Tbk yang mau memberikan kayu bekas atau sisa kepada pemilik pabrik tahu.

“Seperti yang dilakukan oleh perusahan kertas PT Suparma Tbk pada hari ini. Dimana mereka memberikan kayu bekas atau sisa yang sudah tidak digunakan kepada pemilik pabrik tahu,” ujarnya, Rabu (27/11/2019).

Diah Susilowati menjelaskan, selain mendesak pemilik pabrik yang ada di wilayah Jawa Timur untuk memberikan kayu bekasnya, pihaknya juga akan memberikan pembinaan cara pembuatan tahu yang bersih dan higienis.

“Nantinya pembinaan itu akan diberikan kepada satu orang pemilik pabrik tahu terlebih dahulu yang juga sekaligus menerima bantuan kayu yaitu Zainal Arifin. Nantinya dari Zainal ini, diharapkan akan dapat menjadi contoh bagi para pemilik pabrik tahu lainnya,” tambah Diah Susilowati.

Di pihak lain, General Manager PT Suparma Tbk, Yustiyohadi menjelaskan bahwa pihaknya memberikan bantuan kayu kepada pemilik pabrik tahu yaitu Zainal Arifin untuk tiga bulan ke depan.
“Kayu tersebut kita peroleh dari kayu sisa yang sudah tidak kita gunakan kembali. Kita kumpulkan sebanyak banyaknya lalu kita berikan kepada pabrik tahuuntuk dijadikan sebagai bahan bakar pembuatan tahu,” terang Yustiyohadi.

Baca Juga :  Apa Benar, Parahnya Kasus Covid-19 di Surabaya adalah Konspirasi Elite Global ?

Yustiyohadi mengungkapka, bahwa bantuan kayu yang ia berikan tersebut sama sekali tidak dipungut biaya alias gratis.

“Kita berikan kayu itu secara cuma cuma dan untuk pengantarannya dari pabrik PT. Suparma Tbk hingga ke pemilik pabrik tahu juga tidak dipungut biaya. Sehingga pemilik pabrik tahu hanya tinggal memanfaatkannya saja,” pungkas Yustiyohadi.

Sebagaimana yang telah kita ketahui bahwa Selasa (26/11/2019, Bupati Sidoarjo, Saiful Ilah beserta 47 pemilik pabrik tahu yang ada di Desa Tropodo, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo mendeklarasikan untuk tidak akan lagi memakai limbah sampah plastik.

Ada enam poin deklarasi yang dibacakan oleh para pemilik  tersebut.
Enam poin deklarasi itu adalah :
1). Tidak akan menggunakan bahan bakar sampah plastik pada proses pembuatan tahu
2). Akan menggunakan bahan bakar alternatif yang aman dan ramah bagi lingkungan
3). Tidak akan menimbulkan polusi yang berdampak pada lingkungan
4). Menaati segala peraturan dan perundangan yang berlaku
5). Menjaga kualitas tahu yang dihasilkan
6). Mengurangi gas buang pada proses produksi tahu.

Seusai deklarasi dibacakan, Saiful Ilah bersama para pemilik pabrik tahulangsung melihat berbagai bahan bakar alternatif.

Bahan bakar alternatif yang digunakan pemilik pabrik tahu nantinya sebagai pengganti limbah sampah plastik.

Adapun dua bahan bakar alternatif yang disiapkan yaitu gas (CNG) dan wood pellet.
Bupati Sidoarjo ini mengatakan, deklarasi yang dilakukan adalah sebagai bentuk keseriusan dan tanggung jawab antara Pemerintah Kabupaten Sidoarjo serta para pemilik pabrik tahu.
Sebagaimana yang telah kita ketahui, penggunaan limbah sampah plastik dapat menimbulkan polusi.
Sampah plastik yang dibakar justru membuat pencemaran udara.

Baca Juga :  Demi Perubahan Kabupaten Mojokerto, Edi Wiliang Siap Maju Jadi Bacabup

Saiful Ilah menjelaskan, bahwa pihaknya akan bertindak tegas bilamana ada pemilik pabrik tahu yang ketahuan masih menggunakan limbah sampah plastik dalam proses pembuatan tahu.

“Bila pemilikpabrik tahu tidak menaati deklarasi maka akan kita tutup tempat usahanya,” sambung Saiful Ilah.

Saiful Ilah mengungkapkan, bahwa untuk bahan bakar alternatif, pihaknya berjanji akan memberikan subsidi kepada para pemilik pabrik tahu.

“Tentu pasti akan kita bantu dan kita subsidi. Namun semuanya harus dibicarakan dahulu bersama Gubernur,” ucap Saiful Ilah.

Meski enam poin deklarasi sudah dibacakan oleh para pemilikpabrik tahu, masih ada sebagian dari mereka yang keberatan dengan bahan bakar alternatif pengganti sampah plastik.
Pasalnya, bahan bakar alternatif yang ditawarkan tersebut dirasa terlalu mahal serta sulit untuk mendapatkannya.(tn/an)
 


Sudah dibaca : 79 Kali
 


Berkomentarlah yang bijak. Apa yang anda sampaikan di kolom komentar adalah tanggungjawab anda sendiri.