HOME // Pemerintahan

Pemkab siap wujudkan program satu data di Sidoarjo

 Pada: Kamis, 6 Oktober 2022
Pembukaan pelatihan petugas pendataan awal Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) 2022
di Kabupaten Sidoarjo Jawa Timur
Sidoarjo, Mediaallround-Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur siap untuk mewujudkan program satu data demi terlaksananya program perlindungan sosial dan pemberdayaan masyarakat yang lebih baik lagi.
Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor dalam keterangan pers, Senin, di Sidoarjo mengatakan, data yang valid membuat program yang dilakukan tepat sasaran.
“Namun saat ini data yang ada masih rancu. Tidak hanya di Sidoarjo, namun juga terjadi hampir di seluruh Indonesia,” katanya saat membuka pelatihan petugas pendataan awal Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) 2022.
Bupati Sidoarjo yang akrab dipanggil Gus Muhdlor itu berharap kerancuan data di Sidoarjo dapat diperbaiki sesuai dengan Perpres 39 tahun 2019 tentang satu data di Indonesia.
“Perpres tersebut diharapkan dapat diwujudkan Sidoarjo karena data merupakan suatu peta. Pembangunan akan berjalan baik bila dimulai dari data yang valid,” katanya.
Ia mengatakan, cara terbaik untuk sampai pada tujuan yang pertama petanya harus jelas.
“Ini tikungannya sebelah mana, tanjakannya sebelah mana, turunannya sebelah mana dan belok kanan kirinya sebelah mana, itu butuh peta. Peta itu ya data,” katanya.
Ia  mengatakan bahwa hampir masing-masing lembaga kementerian memiliki data perlindungan sosial namun datanya berbeda-beda.
Padahal, kata dia, data yang valid menjadi acuan dalam mengeksekusi suatu program. Pihaknya minta petugas pendataan awal Regsosek dapat memastikan keakuratan data yang diperoleh nanti.
“Data ini penting sebagai acuan setiap program pemerintah, apapun levelnya, kita pastikan kegiatan ini berjalan dengan baik sehingga data yang kita peroleh nantinya dapat dipertanggungjawabkan,” katanya.
Ia yakin pendataan awal Regsosek melalui metode sensus akan efektif mewujudkan data yang valid. Pasalnya petugas akan melihat langsung kondisi masyarakat yang nantinya berhak menerima program perlindungan sosial.
“Komunikasi yang baik, cara-cara yang arif dan sopan ini penting, tidak boleh ada kata mentang-mentang, tidak boleh ada kata ini tugas,” kata Ahmad Muhdlor .
Kepala BPS Kabupaten Sidoarjo Indriya Purwaningsih mengatakan kegiatan pendataan awal Regsosek merupakan amanat Inpres nomor 4 tahun 2022.
Isi Inpres tersebut salah satunya menyebutkan bahwa tahun 2024 nanti diharapkan kemiskinan ekstrem di Tanah Air nol.
Selain itu pendataan awal Regsosek mengacu pada amanat Presiden RI Joko Widodo pada sidang paripurna tanggal 16 Agustus 2022.
Presiden Jokowi mengamanatkan agar segera melakukan Regsosek tahun ini untuk mewujudkan satu data program perlindungan sosial dan pemberdayaan masyarakat.
“Untuk itu kami, BPS utamanya BPS Kabupaten Sidoarjo harus menyelenggarakan kegiatan pendataan awal Regsosek ini,” katanya.
Ia mengatakan terdapat 3.379 orang petugas pendataan awal Regsosek yang akan terjun langsung ke masyarakat. Pelatihan petugas pendataan awal dilakukan dalam 4 gelombang di 7 hotel yang tersebar di Kabupaten Sidoarjo selama dua hari.
“Kegiatan ini diharapkan bisa menciptakan satu data yang terintegrasi dengan data-data perlindungan sosial yang nantinya bisa dimanfaatkan oleh beberapa kementerian dan lembaga,” tutur Indriya Purwaningsih.(ant)
Baca Juga :  Agenda Bupati Mojokerto di Bulan Ramadhan, Serahkan Bantuan Dana Hibah Oase Anak Yatim, dan Insentif Guru TPQ

Sudah dibaca : 37 Kali
 


Berkomentarlah yang bijak. Apa yang anda sampaikan di kolom komentar adalah tanggungjawab anda sendiri.