HOME // Peristiwa

Viral, Kabag Ops Polrestabes Surabaya Bentak Wakil Wali Kota Surabaya

 Pada: Jumat, 11 Agustus 2023

Surabaya, Media Allround Kompaspublik – Beredar disosial media (Medsos) video Wakil Wali Kota Surabaya Armuji dibentak pihak kepolisian karena dianggap memprovokasi warga saat eksekusi objek sengketa di Dukuh Pakis Surabaya, Rabu (9/8/2023).

Rekaman video yang beredar di media sosial itu, tampak Kabag Ops Polrestabes Surabaya,, Toni Kasmiri membentak Armuji dengan keras di hadapan warga.

Informasi yang dihimpun, saat itu rombongan Armuji datang bersama dengan anggota DPRD Surabaya, John Tamrun ke lokasi eksekusi objek sengketa di Dukuh Pakis, sekitar pukul 09.00 WIB pagi.

Armuji pun juga datang bersama puluhan rombongan berpakain merah. Saat eksekusi objek sengketa, Anggota Dewan John Thamrun sempat menghalangi jurusita PN Surabaya untuk melakukan tugasnya.

Saat diklarifikasi, Armuji mengaku  kehadirannya bukan untuk menghalangi eksekusi. Ia menegaskan bahwa dirinya tetap menghormati proses hukum yang berjalan.

Akan tetapi Politisi PDIP juga menerangkan bahwa dirinya menginginkan eksekusi dilakukan usai pemerintah menemukan solusi tempat tinggal baru bagi warga korban eksekusi.

Dia juga menerima laporan warga terkait rencana penggusuran pada Senin 7 Agustus 2023 lalu. Sehingga, ia ingin mempertanyakan alasan kepada warga terkait penggusuran itu.

“Saya mengunjungi lokasi untuk menyampaikan kepada juru sita agar warga diberi tenggat waktu untuk berkemas dan mencari tempat baru,” kata Armuji.

Menurutnya, jika eksekusi itu dilakukan, masyarakat sekitar tidak sempat mencari tempat tinggal.

“Kalau dieksekusi seperti ini, mereka tidak sempat mencari tempat tinggal. Ditempatkan di mana mana barangnya juga belum tahu,” tegasnya.

Sementara itu, AKBP Toni Kasmiri menegaskan menegaskan jika dirinya sebagai petugas eksekutif hanya menjalankan tugas bersama dengan PN Surabaya.

Penugasan itu sesuai dengan penetapan Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Nomor 11/EKS/2021/PN Sby jo Putusan Nomor 944/Pdt.G/2019/PN Sby, tanggal 9 Mei 2023.

Baca Juga :  Wali Murid Ngadu Ke Presiden Soal Ruwetnya Sistim Zonasi

“Kepentingan beliau datang itu apa? Bawa segerombolan orang. Kami ini melaksanakan tugas sesuai dengan hukum yang berlaku,” tegas Toni kepada wartawan.

Menurut Toni, apa yang dilakukan Armuji adalah bentuk menghalangi Aparat Penegak Hukum (APH) dalam menjalankan tugas. Toni juga mempertanyakan keberadaan Armuji ketika sidang berlangsung.

Karena eksekusi yang dilakukan telah sesuai prosedur yang sudah ditetapkan hukum. Ia pun sudah melaporkan kejadian ini ke Walikota Surabaya dan Kapolrestabes Surabaya.

“Maksudnya dia apa? Ingin memprovokasi warga? Jangan begitu. Hargai upaya Pengadilan dan pihak kepolisian yang bertugas,” ungkap Toni Kasmiri dengan nada emosi.

Menurut Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Jawa Timur, Baktiono menyebut, Kabag Ops Polrestabes Surabaya AKBP Toni Kasmiri bisa dilaporkan ke Propam atas sikap yang ditunjukan perwira polisi itu kepada Wakil Wali Kota Armuji.

Diketahui, Toni membentak Armuji ketika melakukan penjagaan dalam proses eksekusi 28 rumah dengan 25 kepala keluarga, di Jalan Dukuh Kupang, Kecamatan Dukuhkupang, Rabu (9/8/2023).

“Kalau Pak Armuji diperlakukan seperti itu bisa lapor ke Propam, ada mekanismenya, dan bisa lewat jalur (hukum) tingkat yang atas,” kata Baktiono saat dikonfirmasi media melalui telepon, Kamis (10/8/2023).

Baktiono mengatakan, tindakan Toni kepada Armuji tersebut tidak perlu dilakukan. Sebab, keduanya murupakan aparatur Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya yang seharusnya bekerja sama.

“Jangan dipertontonkan hal yang tidak patut di hadapan masyarakat. Yang terjadi (Toni membentak Armuji) merugikan Wakil Wali Kota,” jelasnya.

Menurut dia, apabila Toni merasa ada ketidaksepahaman dengan tindakan Armuji, seharusnya dibicarakan dengan baik. Bukan dengan membentak mantan Ketua DPRD Surabaya itu.

“Kan bisa dilakukan pembicaraan yang baik, karena Wakil Wali Kota itu bukan bawahan dari kepolisian,” ujar dia.

Baca Juga :  Dua Polhut Bojonegoro Dihakimi Warga

Lebih lanjut, Baktiono juga menyebut langkah Armuji dalam mendatangi lokasi pengosongan lahan tidak salah. Sebab, pria itu merupakan perwakilan pemerintah yang ingin melihat kondisi warganya.

“Pak Armuji itu di sana melihat bagaimana mereka (warga) sampai menderita, kalau tidak punya rumah solusinya apa, kalau dia mau pindah rumah bagaimana caranya pindah,” ucapnya.(red)


Sudah dibaca : 27 Kali
 


Berkomentarlah yang bijak. Apa yang anda sampaikan di kolom komentar adalah tanggungjawab anda sendiri.