HOME // Hukum // Kejadian // Kriminal

Polisi & Pomdam Bongkar Sindikat Curanmor di Sidoarjo

 Pada: Sabtu, 6 Januari 2024

Surabaya, Media Allround Kompaspublik-Berawal dari ditangkapnya Eko Irianto, pelaku pencurian sepeda motor dan mobil oleh Polda Metro Jaya.

Polisi kemudian melakukan pengembangan. Pelaku yang tergabung dalam sindikat, mengaku kerap menyembunyikan sepeda motor dan mobil hasil curian di kantor TNI yang berada di wilayah Sidoarjo.

Untuk memastikan pengakuan tersebut Polda Metro Jaya berkoordinasi dengan Polisi Militer Kodam (Pomdam) V/Brawijaya.

Personel gabungan pun pada Kamis (4/1/2024) , bergerak menuju lokasi yang disebutkan Eko Irianto. Tak tanggung-tanggung di lokasi tersebut ditemukan banyak sepeda motor dan mobil.

Di sana ditemukan sepeda motor sebanyak 215 unit. Merek dan jenisnya bermacam-macam. Ada kendaraan roda dua jenis kopling, namun kebanyakan adalah sepeda motor matik.

Sedangkan mobil yang ditemukan jumlahnya 49 unit. Kebanyakan jenis minibus seperti Carry, Avanza, atau pun Grandmax. Mulai keluaran terbaru, hingga lawas ada di sana.

Sindikat ini diduga ada keterlibatan dua oknum TNI. Ialah Kopda berinisial AS yang tugas di markas pengadaan fasilitas, dan satunya lagi Mayor inisial PJK tugas di markas untuk perlengkapan persenjataan.

Dalam keterangan Eko Irianto, dua oknum TNI bisa masuk dalam masalah tersebut diawali mengenal Kopda AS.

Hingga pada akhirnya sekira Juni 2023 lalu, Eko Irianto meminta bantuan kepada Kopda AS  disediakan tempat untuk menampung ratusan kendaraan yang akan dikirim ke Timor Leste.

Dari obrolan tersebut Kopda AS menghubungi rekannya yaitu Mayor PJK. Mayor PJK memang merupakan kepala markas.

Sehingga memiliki wewenang menyetujui atau tidak. Singkat cerita, sepeda motor dan mobil hasil curian Eko Irianto dapat tertampung di wilayah kerja Mayor PJK.

Lokasi penyimpanan ada empat titik. Di antaranya rumah dinas yang tidak berpenghuni, lahan kosong samping lapangan tenis, aula, hingga gudang. Unit paling banyak ada di lahan kosong samping lapangan tenis dan gudang.

Baca Juga :  Aksi Demo Di Gedung Grahadi Ricuh

Eko Irianto mengaku sepeda motor dan mobil curian biasa dikirim ke Timor Leste. Setidaknya dalam rentan waktu tahun 2023 pengiriman sudah dilakukan sebanyak tiga kali.

Pengiriman dilakukan melalui jalur darat dan laut.

Sehingga memiliki wewenang menyetujui atau tidak. Singkat cerita, sepeda motor dan mobil hasil curian Eko Irianto dapat tertampung di wilayah kerja Mayor PJK.

Lokasi penyimpanan ada empat titik. Di antaranya rumah dinas yang tidak berpenghuni, lahan kosong samping lapangan tenis, aula, hingga gudang. Unit paling banyak ada di lahan kosong samping lapangan tenis dan gudang.

Eko Irianto mengaku sepeda motor dan mobil curian biasa dikirim ke Timor Leste. Setidaknya dalam rentan waktu tahun 2023 pengiriman sudah dilakukan sebanyak tiga kali.

Pengiriman dilakukan melalui jalur darat dan laut.

“Kendaraan dimasukkan ke dalam kontainer. Setiap kirim biasanya terisi 4 unit kendaraan roda empat dan 20 kendaraan roda dua,” terang Eko dalam keterangan tertulis.

Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) V/ Brawijaya Kolonel Infantri Rendra Dwi Ardani ketika dikonfirmasi membenarkan adanya penggerebekan tersebut.

Dalam ungkap kasus itu, Pomdam V/Brawijaya sifatnya membantu Polda Metro Jaya, karena tindak pidana penggelapan kendaraan bermotor yang dilakukan EI (Eko Irianto) diduga melibatkan oknum anggota TNI di Jawa Timur

Pomdam V/ Brawijaya telah membentuk tim investigasi independen untuk menangani kasus tersebut, yang mana saat ini masih dalam proses penyidikan,” terang Kolonel Infantri Rendra Dwi.

Apabila ada keterlibatan pihak sipil proses penanganan diserahkan kepada kepolisian, khususnya Polda Metro Jaya atau Polda Jatim.

Sedangkan, apabila dua oknum TNI terbukti terlibat maka diproses sesuai aturan hukum militer yang berlaku.

Ia memastikan semua penanganan akan berlangsung secara transparan dan adil, sebagai wujud langkah TNI berkomitmen menyelesaikan kasus-kasus pelanggaran hukum.

Baca Juga :  Untuk Mengelabui Polisi, Tersangka Buang Mayat Bocah ke Sungai

“Masyarakat dapat melihat bahwa kasus ini akan diselesaikan secara objektif dan tidak ada intervensi dari pihak-pihak tertentu,” imbuh Kapendam.

Berikut barang bukti ditemukan dalam rumah dinas :

– Honda Scoopy 31 unit
– Honda Beat 38 unit
– Honda Genio 14 unit
– Kawasaki Klx 2 unit
– Honda Crf 1 unit
– Honda Sonic 1 unit
– Yamaha XSR 1 nnit

Kemudian, kendaraan yang ditemukan di aula tidak terpakai yaitu :

– Honda Vario 5 unit
– Honda Beat 43 unit
– Honda Scoopy 9 unit
– Honda Verza 150 1 unit
– Honda Sonic 150 2 unit
– Honda Genio 1 unit

Rendra juga menepis anggapan bahwa TNI AD memberikan back up dalam kasus ini. Sebab dalam kasus ini murni ada oknum anggota yang bergerak sendiri.

“Kalau kami memberikan backing, itu tidak ada. Jadi oknum tersebut bergerak sendiri dan memang di luar kendali dari komandanya mungkin,” tegas Rendra.

Rendra juga menyatakan bahwa TNI Angkatan Darat (AD) siap mengambil tindakan tegas. Seluruh oknum yang terlibat akan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku.

“Kami akan kembangkan (kasusnya) dan transparan kepada publik. Itu komitmen kami di TNI Angkatan Darat untuk melakukan proses hukum dan dihukum seadil-adilnya,” tegas Rendra.(an/tb)


Sudah dibaca : 46 Kali
 


Berkomentarlah yang bijak. Apa yang anda sampaikan di kolom komentar adalah tanggungjawab anda sendiri.